Iker Casillas gelar perpisahan setelah 25 tahun bersama Real Madrid

 13-casillas-real-madrid

Iker Casillas mengatakan rasa lapar FC Porto mempengaruhinya untuk mengakhiri 25 tahun hubungan dekatnya dengan Real Madrid dan pindah ke klub Portugal ini.

Penjaga gawang Spanyol ini kesulitan untuk membendung air matanya dalam sebuah perpisahan mengharukan dalam sebuah konferensi pers kurang dari 24 jam setelah Real mengumumkan kepergiannya ke Porto.

Pemain 34 tahun ini meninggalkan klub di mana dia tumbuh, bergabung di akademi muda Real saat berumur Sembilan tahun di tahun 1990 dan memenangkan 19 trofi selama 16 musim di tingkat professional.

“Keputusan untuk pergi ke Porto karena dua alasan mendasar,” ungkapnya, ketika dia menghadapi pers sendirian tanpa satu pun direktur Madrid.

“Pertama karena rasa lapar yang ditunjukkan oleh presiden Jorge Nuno Pinto da Costa, direktur olah raga Antero Henrique dan manajer Julen Lopetegui, dan di atas semua itu seluruh tim.

“Kedua adalah banyak tanda penghargaan yang saya terima ketika orang-orang telah memperkirakan bahwa masa depan saya di Portugal. Mereka memenangkan saya, dan saya sangat senang, sangat puas.”

Dia menambahkan: “Saya akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk tidak mengecewakan mereka, dan saya akan berjuang habis-habisan untuk memenangkan gelar sebanyak mungkin bersama tim baru saya.”

Menjelaskan kepindahan karirnya ini, Casillas menambahkan: “Setelah 25 tahun mempertahankan seragam klub terbesar di dunia ada hari sulit untuk mengatakan selamat tinggal pada sebuah institusi yang tentu sudah memberikan saya banyak hal.

“Saya datang di sini ketika Sembilan tahun, mengenakan seragam putih dan mimpi saya jadi nyata,” ungat pemain yang trofi yang telah ia menangkan di Bernabeu meliputi tiga Liga Champions dan lima gelar La Liga.

“Real Madrid bertanggung jawab atas seluruh perkembangan say adari siapa pun juga, mereka membantu saya dewasa, menumbuhkan nilai respek, komitmen dan paling penting kerendahan hati.

“Saya tidak akan pernah melupakan kalia, dan kalian jelas akan berada di mana pun saya pergi Hala Madrid’.”

 

Raheem Sterling ancam reputasi karirnya sendiri

 

Raheem Sterling terancam rusak reputasinya sendiri dengan drama perselisihan dengan Liverpool, ungkap Jamie Carragher.

Sejumlah koran di Inggris melaporkan hari Rabu lalu bahwa pemain 20 tahun ini, yang kembali berlatih hari Selasa lalu, memberitahu Liverpool jika dia enggan bergabung dengan tur pra musim.

Bulan lalu Manchester City melayangkan tawaran 40 juta pons yang ditolak oleh Liverpool, dan pakar Sky Sports Carragher menyatakan bahwa babak terbaru cerita ini bisa saja dimulai oleh City dan bukan Sterling sendiri.

“Laporan hari ini menyatakan Raheem Sterling memberitahu Brendan Rodgers jika dia tidak ingin pergi di tur pra musim.

“Kondisi ini muncul dari klub yang tengah mengejar pemain ini – dalam hal ini Man City – yang meminta pemain untuk berusaha dan memaksa perpindahan ini setelah dua tawarannya ditolak.

“Semua klub sering kali meminta pemain untuk memaksakan transfer tetapi meski demikian hal ini masih bukan sebuah cerita yang benar-benar tercermin dalam kasus Raheem.”

Sterling sudah memberitahu Liverpool dia tidak akan menandatangani kontrak baru, dengan Chelsea yang juga berminat mendatangkan pemain 20 tahun ini.

Tetapi Carragher yakin cerita yang tengah terjadi ini bisa memberikan kerusakan jangka panjang bagi sosok pemain internasional Inggris ini.

“Dia mulai mendapatkan reputasi yang akan sangat sulit disingkirkan dari dirinya di masa depan nanti,” tambah Carragher.

“Apakah fans dari Man City akan melihat pada situasi ini dan ‘berpikir apakah orang ini bisa bersama kita dalam tahun-tahun mendatang’?

“Saya kira situasi ini hanya akan membuat Liverpool semakin yakin untuk bisa mendapatkan biaya transfer yang mereka rasa pantas untuk Sterling ketimbang keinginan Raheem dan juga harapan Man City.”

Sky Sports memperkirakan Chelsea juga berminat untuk mendatangkan Sterling tetapi masih enggan untuk memenuhi jumlah 50 juta pons yang diajukan Liverpool kepada pemain ini.

Manajer Liverpool Brendan Rodgers masih bersikeras menyatakan jika Sterling tidak dijual. Masih belum diketahui kemanakah akhir drama ini akan usai.

Steven Gerrard targetkan trofi setelah bertemu fans LA Galaxy

13-gerrard-la-galaxy

Steven Gerrard diperkenalkan kepada pendukung LA Galaxy hari Sabtu lalu ketika dia menyaksikan tim barunya ini mengalahkan Toronto FC 4-0 di hari kemerdekaan AS.

Robbie Keane mencetak hat trick ketika Galaxy merangsek ke urutan tiga di Zona Barat MLS, dengan Gerrard ditampilkan ke tengah lapangan saat turun minum.

“Saya tidak sabar memakai sepatu saya dan bermain di depan kalian,” ungkapnya.

Pemain 35 tahun ini baru bisa bermain mulai tanggal 18 Juli nanti dan dia langsung menargetkan trofi di pesisir barat ini.

“Saya sudah berada di Liverpool sepanjang hidup saya,” ungkapnya. “Tetapi ini tempat yang sangat bagus untuk saya dan menikmati sepak bola saya, dan semoga saya bisa menambah trofi ke dalam koleksi saya.”

Presiden LA Galaxy Chris Klein mengatakan kedatangan Gerrard merupakan dorongan besar bagi klub dan juga liga dan berharap dia bisa memimpin di lini depan ketika diberikan kesempatan.

“Bisa mendapatkan pemain seperti Steven Gerrard datang dan bermain di MLS dan untuk Galaxy merupakan hal yang luar biasa, tetapi sejak awal kami tahu jika dia akan hengkang dari Liverool, kami jadi tujuan ideal baginya,” ungkapnya kepada Sky Sports.

“Liga kami terus berkembang dan pemain Amerika terus semakin baik sambil kami juga terus membawa pemain yang sedang berada dalam puncak penampilan karir mereka.

“Ketika anda bisa menambahkan pemain dengan kualitas seperti Steven Gerrard ke dalam susunan pemain anda, maka itu akan membantu pemain di sekitar dia dan pemain yang ada dalam sistem kami.

“Kami harap dia datang ke sini untuk menang. Harapannya datang dan melebur bersama tim kami, kami harap dia bisa memimipin dan melakukan hal yang dia lakukan di Liverpool selama karirnya dan jika dia melakukannya, kami berada di tempat yang baik.

Penalti Keane memberi keunggulan bagi Galaxxy sebelum gol kedua jelang turun minum. Dia kemudian melengkapi hat-trick di menit 60, dan melengkapi kemenangan Galaxy 4 gol tanpa balas.

Argentina seharusnya bisa kalahkan Cile – Ramon Diaz

13-Valdivia-cile-copa-america

Bos Albirroja ini yakin tim asuhan Gerardo Martino datang ke final sebagai tim favorit setelah penampilan memukau hari Selasa lalu.

Pelatih Paraguay Ramon Diaz mengatakan Argentina akan mengalahkan Cile dan memenangkan Copa America jika mereka bermain sama seperti saat menang 6-1 atas timnya hari Selasa lalu.

Paraguay berhasil menahan imbang Argentina 2-2 di laga pembuka Grup B tanggal 13 Juni, tetapi mereka dibantai di pertemuan empat besar di kota Concepcion awal pecan ini dan sekarang akan menghadapi Peru dalam perebutan tempat ketiga hari Jumat waktu setempat sementara tim asuhan Gerardo Martino akan bertemu tuan rumah Cile di final di kota Santiago hari Sabtu nanti.

“Jika Argentina bermain seperti itu, seperti saat melawan kami, Cile tidak punya kesempatan,” ungkap Diaz dalam konferensi pers hari Kamis lalu.

“Untuk kualitas pemain mereka, waktu yang mereka habiskan bersama, saya piker hasilnya akan sangat menguntungkan bagi tim nasional Argentina.”

Dia menambahkan: “Mereka tim terbaik di dunia. Tanpa menghilangkan rasa hormat bagi Cile, Argentina bermain lebih baik dibanding tim lainnya di fase kedua ini. Kita akan lihat realitanya hari Sabtu nanti, tetapi tim nasional Argentina yang sekarang adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat sejak lama.”

Diaz, yang timnya berhasil melebihi ekspektasi dalam kompetisi ini setelah Paraguay jadi juru kunci di babak kualifikasi Piala Dunia Brasil 2014, menantikan pertandingan menghadapi Peru di Concepcion hari Jumat nanti.

“Anda harus memainkan pertandingan untuk memperebutkan tempat ketiga,” ungkapnya. “Rival kami ingin menang sama seperti kami dan mereka akan memainkan intensitas yang sama,” tambahnya langsung kepada Sbobet Casino .

“Tujuan dari Copa America ini adalah supaya grup kami kembali percaya pada diri mereka sendiri, supaya mereka dapat tugas dan supaya mereka jadi tim nasional yang terorganisir. Jadi kami sangat puas.

“Menghadapi Argentina, Uruguay dan juara Concacaf tentu sangat sulit, tetapi kami memperlihatkan kami bisa lolos dan bersaing dengan siapa saja.”

Paraguay kalah dari Uruguay 3-0 di final 2011, yang berhasil mereka capai tanpa satu pun kemenangan dalam turnamen itu, dan tanpa mencetak gol setelah lolos di fase grup.

Kilas balik masa kecil Angel Di Maria

13-angel-di-maria-copa-america

Sayap 27 tahun ini sudah mencapai puncak profesinya tetapi tidak pernah melupakan akarnya. Target berikutnya? Memenuhi harapan bersama negaranya.

Angel Di Maria berusia enam tahun. Bocah hiperaktif pada usianya, ibunya kuatir dan membawa anaknya ini ke dokter. Anak anda perlu latihan, dia diberitahu – sebuah saran medis yang akhirnya menghasilkan salah satu pemain sepak bola terbaik.

“Angelito” dibawa bermain untuk klub lokal yang disebut El Torito, hanya satu lemparan batu saja dari rumahnya di distrik El Churrasco, di utara Rosario. Dan setelah enam tahun dan 64 gol dengan tim amatir, Rosario Central memanggilnya. Pemain 12 tahun Di Maria langsung tampil mengesankan dan ditransfer, seharga 26 bola.

Bola tersebut tidak pernah tiba, tetapi Di Maria berhasil di Central dan transfer dia berikutnya jauh lebih serius ketika raksasa Portugal Benfica menawarkannya 6 juta euro. Angel muda bisa meraih sukses –tetapi dia tidak pernah melupakan akarnya.

Sebuah tato di lengan kirinya adalah pengingat. “Tumbuh besar di Perdriel akan selalu jadi hal terbaik dalam hidup saya,” bunyinya. Perdriel adalah jalanan di mana Di Maria besar sebagai bocah muda, masa dalam hidupnya yang membekas, membantu membentuknya sebagai manusia dan juga seorang pemain sepak bola.

“Semua orang melihat ke belakang dan membicarakan tentang hal penting dalam hidup mereka. Bagi saya, hal terpenting dan paling spesial yang terjadi dalam hidup saya adalah tumbuh besar di sana. Memiliki teman yang saya miliki sepanjang hidup, dari ketika saya masih kecil sampai saat ini, ketika saya jadi seseorang di dunia sepak bola.”

“Hal pertama yang anda pelajari adalah pengorbanan dan bagaimana untuk terus maju dalam hidup, membantu orang tua anda menyajikan makanan di atas meja. Anda belajar untuk memperjuangkan pekerjaan. Lalu mulai belajar nilai. Itulah mengapa setiap kali saya mengenakan seragam Argentina atau seragam man apun, saya akan memikirkan tentang hal yang telha terjadi ketika saya masih kecil.”